Bukti Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga

Pendahuluan

Alkitab mengisahkan bahwa sesudah kebangkitan-Nya, Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya selama empat puluh hari sebelum Ia terangkat ke sorga (Kis. 1:3). Kronologis kenaikan Yesus ke sorga terjadi sesudah empat puluh hari pasca kebangkitan-Nya dan sepuluh hari sebelum dicurahkannya Roh Kudus kepada para rasul di Yerusalem, yang kita kenal dengan hari Pentakosta.

Kisah tentang Kenaikan Yesus Kristus ke Sorga bukanlah sebuah kisah fiksi atau dongeng turun-temurun, melainkan sebuah kisah nyata atau sebuah fakta yang betul-betul terjadi. Tentu saja hal ini berbeda dengan orang-orang yang mengklaim diri pernah terangkat ke sorga, karena peristiwa terangkatnya mereka ke sorga tidak didukung oleh bukti-bukti yang kuat.

Untuk mendukung hiopotesis ini, maka dalam artikel ini saya akan memaparkan fakta-fakta kebenaran dari kenaikan Yesus Kristus ke sorga, di mana ada banyak bukti kuat yang menyatakan kebenarannya, sehingga tidak perlu diragukan lagi kebenarannya.

I. Bukti Pertama: Yesus Menubuatkan Kenaikan-Nya dan Betul Terjadi

Ketika Yesus masih bersama-sama dengan murid-murid-Nya, Ia berkali-kali mengatakan bahwa Ia akan mati dan akan kembali kepada Bapa di sorga. Hal ini terlihat jelas di Yohanes 15:18-27, di mana Yesus mengatakan bahwa Ia dan Bapa berasal dari satu tempat, yakni sorga.

Kemudian perkataan Yesus mulai mengerucut kepada nubuat-Nya, di mana Ia akan terangkat ke sorga. Yohanes 16:1-15 mengisahkan bahwa Yesus menjelaskan alasan Ia harus kembali ke sorga, supaya Penghibur (Roh Kudus) dapat diutus kepada murid-murid-Nya.

Ulangan 18:20-22 memberikan bekal kepada kita untuk menguji nubuat, apakah nubuat tersebut palsu atau berasal dari Tuhan. Di sana dicatat bahwa nubuat palsu adalah nubuat yang diucapkan namun tidak terjadi. Dengan kata lain, sebuah nubuat yang telah diucapkan harus terjadi, apabila tidak terjadi maka itu adalah nubuat palsu.

Yesus menubuatkan kenaikan-Nya ke sorga kepada murid-murid-Nya, dan hal itu dicatat di dalam Injil untuk menjadi sebuah bukti tertulis, dan hal itu betul terjadi, sehingga Yesus tidak memberikan nubuat palsu atas diri-Nya sendiri.

Tidak ada seorang manusiapun dapat menubuatkan kenaikannya ke sorga, selain Yesus Kristus sendiri. Maka itu di sinilah letak perbedaan antara Yesus Kristus dengan manusia. Yesus menubuatkan kenaikan-Nya, sementara manusa tidak ada yang demikian.

II. Bukti Kedua: Ada Banyak Saksi Mata

Sebuah perkara bisa dinyatakan keasliannya apabila disertai oleh beberapa saksi mata. Ulangan 19:15 berkata, “Satu orang saksi saja tidak dapat menggugat seseorang mengenai perkara kesalahan apapun atau dosa apapun yang mungkin dilakukannya; baru atas keterangan dua atau tiga orang saksi perkara itu tidak disangsikan.”

Paulus berpesan kepada anak rohaninya, Timotius, untuk mencari dua atau tiga orang saksi bila menerima tuduhan atas seorang penatua (1 Tim. 5:19), Paulus berpesan kepada jemaat di Korintus untuk mencari dua atau tiga orang saksi untuk mensahkan sebuah perkara (2 Kor. 13:1).

Penulis kitab Ibrani juga berpesan bahwa apabila ada orang yang menolak hukum Musa, maka orang itu akan dihukum tanpa belas kasihan atas keterangan dua atau tiga orang saksi (Ibr. 10:28). Bahkan Yesus Kristus sendiri juga menyatakan hal yang sama, di mana untuk mencari kebenaran akan sebuah perkara dibutuhkan dua atau tiga orang saksi (Mat. 18:16).

Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa standar pada zaman itu untuk mensahkan sebuah peristiwa diperlukan adanya dua sampai tiga orang saksi mata. Tidak ada perkara dapat dinyatakan kebenarannya tanpa adanya dua atau tiga orang saksi mata.

Ketika Yesus terangkat ke sorga, ada banyak saksi mata yang berada di lokasi kenaikan-Nya. Kitab Kisah Para Rasul mencatat di mana kesebelas murid Yesus menjadi saksi atas kenaikan-Nya ke sorga (Kis. 1:1-9). Kesebelas murid Yesus melihat bagaimana Yesus terangkat ke sorga, hanya Yudas Iskariot saja yang tidak ada di sana karena ia sudah meninggal akibat bunuh diri (Mat. 27:5).

Menurut standar jumlah saksi mata pada zaman itu, kesebelas murid Yesus sudah memenuhi syarat, bahkan lebih dari cukup, untuk mensahkan peristiwa kenaikan Yesus ke sorga. Dengan demikian, kita bisa pastikan bahwa Yesus betul-betul naik ke sorga karena ada banyak saksi mata yang menyatakan kebenarannya.

III. Bukti Ketiga: Terjadi Pada Siang Hari

Ketika Yesus terangkat ke sorga, kondisi waktu pada saat itu adalah siang hari. Kisah Para Rasul 1:9 berkata, “Sesudah Ia (Yesus) mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.” Apabila Yesus terangkat pada malam hari, tentu awan tidak akan terlihat dengan jelas, sehingga penceritaan kenaikan Yesus di Kisah Para Rasul pasti tidak sedetail itu, di mana disebutkan “awan menutup pandangan mereka.”

Dari informasi ini, kita bisa perhatikan bahwa peristiwa kenaikan Yesus ke sorga terjadi pada siang hari, di mana semua orang bisa melihat peristiwa tersebut, sehingga tingkat kesilapannya sangat rendah. Apabila peristiwa tersebut terjadi pada malam hari, maka hal itu akan menyulitkan para saksi mata untuk memberi kesaksian karena minimnya pencahayaan pada zaman itu, sehingga tingkat kesilapannya menjadi sangat tinggi.

IV. Bukti Keempat: Terjadi Di Ruang Terbuka

Kisah Para Rasul 1:12 mencatat, “Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem.” Di sana dicatat bahwa Yesus terangkat ke sorga terjadi di sebuah bukit yang dinamakan Bukit Zaitun, yaitu sebuah bukit yang jaraknya tidak jauh dari Yerusalem.

Lukas 24:50-51 juga mencatat lokasi kenaikan Yesus ke sorga, “Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.”

Dari dua bagian Alkitab ini telah dinyatakan lokasi kenaikan Yesus ke sorga yakni di sebuah bukit di luar kota Yerusalem, dekat dekat dengan kota Betania. Apabila kita memperhatikan letak geografis kota Yerusalem dan kota Betania, maka kita akan melihat bahwa ada sebuah pebukitan yang membatasi kedua kota itu, dan pebukitan itu dinamakan bukit Zaitun.

Dua bagian Alkitab di atas telah membuktikan bahwa peristiwa Yesus terangkat ke sorga mengambil tempat bukan di tempat tertutup, melainkan di tempat terbuka sehingga banyak orang bisa melihat peristiwa tersebut.

Dengan kata lain, peristiwa Yesus terangkat ke sorga bukanlah sebuah rahasia yang terjadi di tempat tersembunyi, misalnya di dalam rumah atau di tempat tertutup lainnya, sehingga tidak ada yang mengetahuinya. Tetapi Yesus dengan sengaja memilih tempat terbuka agar banyak orang bisa melihat dan meyakininya.

V. Bukti Kelima: Rasul Paulus Mengkonfirmasinya

Rasul Paulus adalah seorang rasul yang disahkan oleh Gereja Yerusalem, di mana ia diutus untuk melayani orang-orang non-Yahudi di luar tanah Israel. Rasul Paulus adalah seorang yang terdidik, kritis, dan cerdas, sehingga perkataannya pasti terjamin karena ia tahu bahwa setiap perkataannya pasti harus bisa dipertanggungjawabkan.

Dalam suratnya kepada jemaat di Roma, rasul Paulus menyinggung tentang posisi Yesus yang ada di sorga (Rm. 10:6). Di sana rasul Paulus berkata, “’Jangan katakan di dalam hatimu: Siapakah akan naik ke sorga?’, yaitu: untuk membawa Yesus turun.” Apabila rasul Paulus tidak percaya Yesus terangkat ke sorga, tentu di bagian ini ia tidak akan menyinggung lokasi keberadaan Yesus pasca kebangkitan-Nya.

Selain kepada jemaat di Roma, Paulus juga mengkonfirmasi kenaikan Yesus ke sorga kepada jemaat di Efesus (Ef. 4:8-10) dan kepada Timotius, anak rohaninya (1 Tim. 3:16). Dengan demikian, Paulus telah menjadi saksi tambahan di luar murid-murid Yesus untuk mensahkan bahwa Yesus benar-benar terangkat ke sorga.

VI. Bukti Keenam: Malaikat Mengkonfirmasinya

Hari Kenaikan Yesus Kristus diperingati oleh seluruh umat Kristen sebagai hari penantian akan kedatangan Yesus kembali untuk menjemput kita untuk dibawa masuk ke sorga. Karena ada kenaikan, maka akan ada kedatangan Yesus kembali seperti yang dikatakan oleh dua malaikat di dalam Kitab Kisah Para Rasul.

Kitab Kisah Para Rasul 1:9-11 berkata, “Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: ‘Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.’”

Pada bagian ini kita mendapatkan sebuah bukti yang luar biasa, yakni sebuah bukti supranatural, di mana makhluk sorgawi menjadi saksi mata akan kenaikan Yesus ke sorga. Dengan kata lain, makhluk-makhluk sorgawi mengkonfirmasi kenaikan Yesus ke sorga.

VII. Bukti Ketujuh: Roh Kudus Mengkonfirmasinya

Sepuluh hari sesudah Yesus terangkat ke sorga, terjadilah sebuah peristiwa yang luar biasa di kota Yerusalem, di mana murid-murid Yesus yang berkumpul di ruang atas mendapat pencurahan Roh Kudus. Peristiwa ini dikenal oleh kita dengan hari Pentakosta.

Pada hari Pentakosta itu, semua orang Yahudi dari seluruh penjuru dunia berkumpul di Yerusalem untuk memperingati hari raya Pentakosta. Hari raya Pentakosta adalah hari raya terpenting kedua bagi orang Yahudi karena mereka meyakini bahwa pada hari tersebut bangsa Israel mendapat Sepuluh Perintah Allah yang ditulis oleh Allah ke atas dua loh batu yang dibawa oleh Musa turun dari gunung Sinai. Peristiwa ini terjadi sesudah lima puluh hari Musa memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Maka dari itu, adalah sebuah kewajiban bagi semua orang Israel merayakan hari raya ini (Im. 23:21; Kel. 23:16-17; Ul. 16:16).

Pada perayaan Pentakosta saat itu, yakni sepuluh hari sesudah Yesus terangkat ke sorga, murid-murid Yesus tinggal di Yerusalem untuk menantikan janji Yesus akan datangnya Roh Kudus (Luk. 24:49; Yoh. 14:16; Kis. 2:33). Kisah Para Rasul 2:1-13 mencatat dengan detail peristiwa dicurahkannya Roh Kudus kepada murid-murid Yesus, di mana mereka berbahasa bahasa-bahasa asing yang mereka tidak pahami. Bahasa-bahasa asing itu dipahami oleh orang-orang Yahudi yang sedang berkumpul di Yerusalem karena mereka adalah orang-orang Yahudi yang merantau keluar dari Israel.

Para murid mengagungkan Allah dengan bahasa-bahasa yang dipakai oleh orang-orang Yahudi sesuai dengan bahasa daerah perantauan mereka masing-masing. Maka dari itu, tentulah hal ini mengejutkan mereka semua.

Dengan demikian, genaplah nubuat Yesus tentang kenaikan-Nya ke sorga, di mana Ia akan meninggalkan murid-murid-Nya untuk kembali kepada Bapa di sorga, tetapi Ia tidak akan meninggalkan mereka sebagai yatim piatu tetapi akan memberikan seorang Penolong untuk mendampingi murid-murid-Nya (Yoh. 14:16-20).

Penutup

Peristiwa kenaikan Yesus ke sorga bukanlah sebuah dongeng atau sebuah legenda yang tujuannya adalah untuk menghibur anak-anak kecil, melainkan sebuah peristiwa yang betul-betul terjadi. Kenaikan Yesus ke sorga disertai dengan banyak bukti sehingga peristiwa ini tidak perlu diragukan lagi.

Hal ini berbeda dengan kisah-kisah orang yang mengklaim diri bahwa mereka pernah naik ke sorga, entah dengan menunggangi burung atau binatang lainnya, atau dalam mimpi, atau dalam keadaan koma, dan sebagainya. Yesus terangkat ke sorga adalah peristiwa yang betul-betul terjadi karena telah dibuktikan dengan tujuh fakta.

Lebih daripada itu, peristiwa kenaikan Yesus ke sorga harus diperingati bukan sebagai sebuah peristiwa nyata saja, tetapi harus diperingati sebagai sebuah pengharapan akan masa depan yang indah. Kenaikan Yesus ke sorga mengandung makna bahwa Yesus pergi ke rumah Bapa untuk menyiapkan tempat bagi kita, dan Ia akan datang kembali untuk membawa kita ke rumah Bapa (Yoh. 14:1-3).

dikutip dari:

Makna Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga

Berdasarkan buku Keajaiban Paskah: Memahami dan Merayakan Paskah Setiap Hari, Pdt. Yusuf Eko Basuki, S.Th · (2014:54), inilah 7 makna kenaikan Yesus Kristus yang perlu dipahami oleh seluruh umat Kristen:

  1. Menyatakan peninggian Allah Bapa kepada-Nya (Efesus 1:20-23) dan bahwa Ia adalah Anak yang dikasihi oleh Allah Bapa (Matius 17:5), yang telah ditinggikan dan dikaruniai-Nya nama di atas segala nama (Filipi 2:9).
  2. Menyatakan kesuksesan visi, misi, dan karya-Nya di dunia.
  3. Allah Bapa mengirimkan Yesus Kristus, putra-Nya yang tunggal ke dunia untuk menebus dosa umat manusia. Usai menggenapi hal tersebut, maka tibalah saatnya bagi Yesus untuk kembali ke surga, karena pekerjaan dan pelayanan-Nya dengan menjelma sebagai manusia di bumi telah selesai.
  4. Sebagai pertanda bahwa Ia telah kembali ke kemuliaan surgawi-Nya. Kemuliaan Yesus tidak tampak secara kasat mata selama Ia berada di bumi, kecuali saat peristiwa transfigurasi alias perubahan, seperti yang tertulis di dalam Matius 17:1-9.
  5. Memberikan-Nya kesempatan untuk menyiapkan tempat untuk kita (Yohanes 14:2).
  6. Menandakan awal pekerjaan-Nya yang baru sebagai Imam Agung (Ibrani 4:14-16) dan perantara bagi perjanjian yang baru (Ibrani 9:15).
  7. Menentukan pola untuk kedatangan-Nya yang kedua kali untuk mendirikan kerajaan-Nya. Ia akan kembali dengan cara yang sama seperti Ia naik ke surga (Kisah Para Rasul 1:11; Daniel 7:13-14; Matius 24:30; dan Wahyu 1:7).

Setelah memahami makna dari kenaikan Yesus Kristus, mari kita rayakan kenaikan-Nya dengan penuh ucapan syukur. (BRP)

dikutip dari:

https://kumparan.com/berita-terkini/7-makna-kenaikan-yesus-kristus-bagi-umat-kristen-1wfaZXMveBC/full